Apa yang dilakukan para caleg untuk mendapatkan suara? Yang lebih mengerikan, terdengar suara-suara bahwa diantara caleg sudah meyakinkan kepada dirinya untuk tidak perlu kampanye dan cape-cape menemui konstituen, karena dia memiliki duit yang berlimpah akan menggunakan konsep “serangan fajar” atau membeli suara dari oknum-oknum penyelenggara pemilu. Dari fenomena demikian, nampaknya apa yang disebut kemampuan, amanah dan bertanggung jawab tidak lagi bisa dijadikan modal bagi seorang caleg untuk meraih kemenangan. Kalau nyatanya demikian, sebenarnya apa yang kita harapkan dari pemilu? Apa hanya sekedar pemenuhan instrument demokrasi, atau demokrasi akal-akalan? Padahal nilai ideal dari pemilu yang difahami adalah memilih wakil-wakil rakyat dengan segala kretarianya, dengan harapan bisa memperbaiki dan membawa Negara ini kearah yang lebih baik dengan stressing kepada terwujudnya masyarakat yang sejahtera diberbagai bidang, sejahtera ekonomi juga “sejahatera” dalam politik. Apakah nilai-nilai ideal itu bisa terwujud kalau fenomena diatas betul-betul terjadi? Wallahu a’lam. |
Selasa, 03 Maret 2009
POLAH TINGKAH CALEG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar