Kita memang wajib marah terhadap apa yang dilakukan oleh Israel dengan keberutalannya telah membombardir Jalur Gaza di Palestina, baik dilihat dari segi relasi politik apalagi kemanusiaan, apalagi kalau kita hubungkan dengan hak asasi manusia.
Kenapa Palestina bisa digempur sedemikian rupa oleh Israel? jawaban sederhana, karena posisi Palestina dalam posisi lemah, pertanyaan susulan kenapa Palestina lemah?Jawaban ini yang paling rumit. Hanya saja kalau dilihat dari perjalanan politik baik secara regional timur tengah maupun internasional sebenarnya tidak mengherankan kalau posisi Palestina selalu lemah, karena negara yang "dipaksakan" terbentuk itu berlangsung atas dasar konsesi politik bagi negara-negara yang ada disekitarnya dengan negara-negara "pencipta" negara Israel yang ujung-ujungnya adalah penancapan pengaruh negara-negara tertentu khususnya Inggris dan Amerika demi kepentingan ekonomi jangka panjang. Atas dasar analisa sederhana seperti itu, maka posisi Palestina lemah seperti kondisi sekarang ini (termasuk adanya gempuran dari Israel), terjadi karena perjalanan panjang dari kepentingan berbagai negara yang tidak lagi melihat secara substantif keharusan adanya negara Palestina, dan itu terbukti penyebutan kepada Palestina dengan memakai istilah "otoritas" Palestina yang jauh dari penyebutan yang patut bagi layaknya sebuah negara merdeka. Dan bukti lain tidak adanya kesefahaman diantara warga negara Palestina sendiri dalam mengisi "kemerdekaan"nya, sehingga selalu saja terjadi "peperangan" anatara Hamas dan Fatah. Gambaran diatas sama persis dengan sikap Tony Blayer yang ditunjuk oleh PBB sebagai mediator, diawal penyerbuan Israel, malah dengan enaknya dia berlibur tahun baru. Kalau begitu siapa yang bertanggung jawab. Simak saja gamabaran diatas dan hanya Allah SWT. yang Maha Tahu atas segala hal. Wallahu a'lam


.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar